<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Lailaizzah's Weblog</title>
	<atom:link href="http://lailaizzah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lailaizzah.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Dec 2008 07:48:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='lailaizzah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Lailaizzah's Weblog</title>
		<link>http://lailaizzah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://lailaizzah.wordpress.com/osd.xml" title="Lailaizzah&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://lailaizzah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>sejarah hidup nabi Muhammad SAW</title>
		<link>http://lailaizzah.wordpress.com/2008/12/13/sejarah-hidup-nabi-muhammad-saw/</link>
		<comments>http://lailaizzah.wordpress.com/2008/12/13/sejarah-hidup-nabi-muhammad-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 07:48:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lailaizzah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lailaizzah.wordpress.com/2008/12/13/sejarah-hidup-nabi-muhammad-saw/</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah Hidup Muhammad oleh Muhammad Husain Haekal Indeks Islam &#124; Indeks Haekal &#124; Indeks Artikel &#124; Tentang Penulis ISNET Homepage &#124; MEDIA Homepage &#124; Program Kerja &#124; Koleksi &#124; Anggota BAGIAN KEDUAPULUH: &#8216;UMRAT&#8217;L-QADZA1 Muhammad Husain Haekal Keberangkatan Muslimin ke Mekah &#8211; Quraisy keluar dari Mekah &#8211; Muslimin memasuki Mekah &#8211; Muhammad bertawaf - Perkawinan Muhammad [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lailaizzah.wordpress.com&amp;blog=5193873&amp;post=13&amp;subd=lailaizzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejarah Hidup Muhammad</p>
<p>oleh Muhammad Husain Haekal</p>
<p>Indeks Islam | Indeks Haekal | Indeks Artikel | Tentang Penulis ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota</p>
<p>BAGIAN KEDUAPULUH: &#8216;UMRAT&#8217;L-QADZA1<br />
Muhammad Husain Haekal</p>
<p>   Keberangkatan Muslimin ke Mekah &#8211; Quraisy keluar dari<br />
   Mekah &#8211; Muslimin memasuki Mekah &#8211; Muhammad bertawaf -<br />
   Perkawinan Muhammad dengan Maimunah &#8211; Quraisy menolak<br />
   dilangsungkan di Mekah &#8211; Khalid bin&#8217;l-Walid &#8216;Amr<br />
   bin&#8217;l-&#8217;Ash dan &#8216;Uthman b. Talha masuk Islam.</p>
<p>SETELAH  berjalan  setahun  sejak  berlakunya  isi  perjanjian<br />
Hudaibiya  Muhammad  dan  sahabat-sahabatnya sudah bebas dapat<br />
melaksanakan isi perjanjian  dengan  pihak  Quraisy  itu  guna<br />
memasuki  Mekah  dan  berziarah  ke  Ka&#8217;bah.  Atas  dasar  itu<br />
Muhammad  lalu  memanggil  orang   agar   bersiap-siap   untuk<br />
berangkat  melakukan  &#8216;umrat&#8217;l-qadza,  (umrah  pengganti) yang<br />
sebelum itu telah teralang.</p>
<p>Dengan mudah  orang  sudah  dapat  memperkirakan  betapa  kaum<br />
Muslimin  menyambut  panggilan  itu.  Ada diantara mereka kaum<br />
Muhajirin yang sudah  tujuh  tahun  meninggalkan  Mekah,  kaum<br />
Anshar  yang  sudah  memang punya hubungan dagang dengan Mekah<br />
dan sudah  rindu  sekali  hendak  berziarah  ke  Ka&#8217;bah.  Oleh<br />
karenanya anggota rombongan itu telah bertambah sampai duaribu<br />
orang dari 1400 orang pada tahun yang lalu. Sesuai dengan  isi<br />
perjanjian  Hudaibiya tidak seorang pun dari mereka dibolehkan<br />
membawa senjata selain pedang tersarung. Tetapi Muhammad masih<br />
selalu kuatir akan adanya pengkhianatan. Seratus orang pasukan<br />
berkuda  di  bawah  komando  Muhammad  bin  Maslama  disiapkan<br />
berangkat  lebih dulu dengan ketentuan jangan melampaui Mekah,<br />
dan bila sampai di Marr&#8217;z-Zahran  supaya  mereka  menyusur  ke<br />
sebuah wadi tidak jauh dari sana.</p>
<p>Ternak  kurban itu digiring oleh kaum Muslimin didepan mereka,<br />
terdiri dari enampuluh  ekor  unta,  didahului  oleh  Muhammad<br />
diatas  untanya  sendiri  al-Qashwa&#8217;.  Mereka  berangkat  dari<br />
Medinah dengan hati  yang  damba  hendak  memasuki  Umm&#8217;l-Qura<br />
(Mekah)  dan  bertawaf di Baitullah. Setiap Muhajirin menunggu<br />
ingin melihat daerah tempat ia dilahirkan, ingin melihat rumah<br />
tempat  ia dibesarkan, teman-teman yang ditinggalkan. Ia ingin<br />
menghirup udara harum tanah airnya yang suci itu, dengan penuh<br />
rasa  hormat  dan syahdu&#8217; ingin menyentuh bumi daerah suci dan<br />
kudus yang penuh berkah itu, yang telah melahirkan Rasul,  dan<br />
tempat wahyu pertama kali diturunkan.</p>
<p>Orang  akan  dapat  membayangkan  suasana kemeriahan yang baru<br />
satu-satunya terjadi itu, yang bergerak karena di dorong  oleh<br />
rasa iman, terbawa oleh Rumah yang oleh Allah dijadikan tempat<br />
manusia berkumpul dan tempat yang aman.  Dengan  mata  hatinya<br />
orang  akan  melihat  betapa  besarnya rasa kegembiraan mereka<br />
itu.  Orang-orang  yang   sudah   pernah   dirintangi   hendak<br />
menunaikan   kewajiban   suci   itu   berangkat  dengan  penuh<br />
kegembiraan, akan memasuki Mekah dalam  keadaan  aman,  dengan<br />
bercukur kepala atau bergunting tanpa merasa takut lagi.</p>
<p>Bilamana  Quraisy  sudah  mengetahui  kedatangan  Muhammad dan<br />
sahabat-sahabatnya, mereka segera keluar  dari  Mekah,  sesuai<br />
dengan bunyi persetujuan Hudaibiya.Mereka pergi ke bukit-bukit<br />
berdekatan dan di tempat itu mereka memasang  kemah  dan  yang<br />
lain  ada  pula  yang berteduh di bawah-bawah pohon. Dari atas<br />
bukit Abu Qubais dan dari atas Hira, atau  dari  semua  tempat<br />
ketinggian  yang dapat melihat ke Mekah, orang-orang Mekah itu<br />
menjenguk, dengan mata ingin tahu, ingin  melihat  orang  yang<br />
dengan  kawan-kawannya  itu  dulu  terusir, ketika mereka kini<br />
datang  memasuki  Rumah  Suci,  tanpa  ada  lagi  pihak   yang<br />
mengalangi.</p>
<p>Sekarang  kaum  Muslimin  sudah mulai menyusur dari arah utara<br />
Mekah. Abdullah b. Rawaha  ketika  itu  memegang  tali  keluan<br />
al-Qashwa&#8217;  sedang  sahabat-sahabat  besar  lainnya  berada di<br />
sekeliling  Nabi  &#8216;alaihissalam.  Barisan  yang  berjalan   di<br />
belakang  mereka  itu  terdiri  dari orang-orang yang berjalan<br />
kaki dan yang duduk  di  atas  unta.  Begitu  Rumah  Suci  itu<br />
terlihat  dihadapan  mereka  serentak  kaum Muslimin itu semua<br />
bergema dalam satu suara berseru: Labbaika,  labbaika!  dengan<br />
hati  dan  jiwa  tertuju  semata kepada Allah Yang Maha Agung,<br />
berkeliling dalam satu lingkaran dengan penuh harap dan hormat<br />
kepada  Rasul  yang telah diutus Allah dengan membawa petunjuk<br />
dan  agama  yang  benar,  yang  akan  mengatasi  semua  agama.<br />
Sebenarnya  ini  adalah  suatu  pemandangan  yang sungguh unik<br />
dalam sejarah, yang dapat menggetarkan segenap penjuru  tempat<br />
itu,  dan yang telah dapat menawan hati orang musyrik ke dalam<br />
Islam, betapa pun kerasnya mereka bertahan pada paganisma.</p>
<p>Pada pemandangan yang unik itulah mata penduduk Mekah tertaut.<br />
Sementara  suara  yang  keluar  dari kalbu menggema: Labbaika,<br />
labbaika! tetap  menembus  telinga  dan  menggetarkan  jantung<br />
mereka.</p>
<p>Sesampainya    Rasul   di   mesjid   ia   menyelubungkan   dan<br />
menyandangkan kain jubahnya di badan dengan membiarkan  lengan<br />
kanan terbuka sambil mengucapkan:</p>
<p>&#8220;Allahuma  irham imra&#8217;an arahum al-yauma min nafsihi quwatan.&#8221;<br />
(&#8220;Ya Allah, berikanlah rahmat  kepada  orang,  yang  hari  ini<br />
telah memperlihatkan kemampuan dirinya.&#8221;)</p>
<p>Kemudian  ia  menyentuh  sudut  hajar  aswad  (batu hitam) dan<br />
berlari-lari kecil, yang diikuti  oleh  sahabat-sahabat,  juga<br />
dengan berlari-lari. Setelah menyentuh ar-rukn&#8217;l-yamani (sudut<br />
selatan) ia berjalan biasa sampai menyentuh hajar aswad,  lalu<br />
berlari-lari  lagi berkeliling sampai tiga kali dan selebihnya<br />
dengan berjalan biasa.  Setiap  ia  berlari  kedua  ribu  kaum<br />
Muslimin  itu  juga  ikut berlari-lari, dan setiap ia berjalan<br />
mereka pun ikut pula berjalan. Dalam pada  itu  pihak  Quraisy<br />
menyaksikan  semua itu dari atas bukit Abu Qubais. Pemandangan<br />
ini sangat mempesonakan mereka. Tadinya orang  bicara  tentang<br />
Muhammad  dan  sahabat-sahabatnya  itu,  bahwa  mereka  sedang<br />
berada dalam kesulitan, dalam keadaan susah payah. Tetapi  apa<br />
yang  mereka lihat sekarang ternyata menghapus segala anggapan<br />
tentang kelemahan Muhammad dan sahabat-sahabatnya itu.</p>
<p>Karena bersemangatnya dalam  saat  seperti  itu,  Abdullah  b.<br />
Rawaha  bermaksud  hendak  melontarkan  kata-kata  yang berisi<br />
teriakan perang ke muka Quraisy. Tetapi segera  dilarang  oleh<br />
Umar, dan Rasul juga berkata kepadanya:</p>
<p>&#8220;Sabarlah, Ibn Rawaha; atau ucapkan  sajalah:  La  ilaha  illa<br />
Allah    wahdah,    wanashara    abdah    wa&#8217;a'azza    jundah,<br />
wakhadhala&#8217;l-ah-zaba wahdah.&#8221; (&#8220;Tiada tuhan selain Allah  Yang<br />
Tunggal,  Yang  telah menolong hambaNya, memperkuat tentaraNya<br />
dan menghancurkan Sendiri musuh yang bersekutu.&#8221;)</p>
<p>Abdullah ibn Rawaha kemudian  mengucapkan  pula  dengan  suara<br />
keras  yang  kemudian  disambut  oleh kaum Muslimin. Suara itu<br />
bersahut-sahutan dan berkumandang  ke  tepi-tepi  wadi  dengan<br />
dahsyat sekali, kedahsyatannya membubung dan menyusup ke dalam<br />
jantung orang-orang yang sedang berada di  atas  gunung-gunung<br />
sekitar tempat itu.</p>
<p>Selesai  kaum  Muslimin bertawaf di Ka&#8217;bah, Muhammad berpindah<br />
memimpin mereka ke bukit Shafa dan Marwa yang  di  lalui  dari<br />
atas  kendaraannya  sebanyak  tujuh kali, seperti halnya orang<br />
Arab dahulu. Kemudian ternak kurban  itu  disembelih  dan  dia<br />
bercukur.  Dengan  demikian  selesailah sudah ibadah umrah itu<br />
dikerjakan.</p>
<p>Keesokan harinya Muhammad memasuki Ka&#8217;bah dan  tinggal  disana<br />
sampai  waktu sembahyang lohor. Pada waktu itu berhala-berhala<br />
masih banyak memenuhi tempat itu. Tetapi meskipun begitu Bilal<br />
naik   juga   ke  atap  Ka&#8217;bah  lalu  menyerukan  adhan  untuk<br />
bersembahyang  lohor  di  tempat   tersebut.   Kemudian   Nabi<br />
bersembahyang dengan bertindak sebagai imam, atas duaribu kaum<br />
Muslimin di Rumah Suci  itu.  Selama  tujuh  tahun  sebelumnya<br />
mereka  teralang  melakukan  salat  menurut  pimpinan Islam di<br />
tempat itu.</p>
<p>Kaum Muslimin tinggal selama tiga hari di Mekah seperti  sudah<br />
di  tentukan  dalam  Perjanjian  Hudaibiya,  sesudah  kota itu<br />
dikosongkan  dari  penduduk.  Selama  tinggal  di  situ   kaum<br />
Muslimin  tidak mengalami sesuatu gangguan. Kalangan Muhajirin<br />
menggunakan  kesempatan  menengok   rumah-rumah   mereka   dan<br />
mengajak  pula  sahabat-sahabatnya  dari  pihak  Anshar  turut<br />
menengoknya. Seolah mereka semua penduduk kota yang aman  itu.<br />
Mereka  semua  bertindak  menurut  tuntunan Islam, setiap hari<br />
menjalankan kewajiban kepada Tuhan dengan melakukan salat  dan<br />
samasekali   menghilangkan   sikap   tinggi  diri,  yang  kuat<br />
membimbing yang lemah, yang kaya membantu  yang  miskin.  Nabi<br />
sendiri  di  tengah-tengah  mereka  sebagai  seorang ayah yang<br />
penuh cinta dan dicintai. Yang  seorang  di  ajaknya  tertawa,<br />
yang lain di ajaknya bergurau.</p>
<p>Tetapi semua yang dikatakannya selalu yang sebenarnya.</p>
<p>Dalam pada itu orang-orang Quraisy dan penduduk Mekah lainnya,<br />
dari tempat-tempat mereka di lereng-lereng  bukit  menyaksikan<br />
sendiri  pemandangan  yang luarbiasa dalam sejarah itu. Mereka<br />
melihat orang-orang dengan akhlak yang demikian rupa  &#8211;  tidak<br />
minum  minuman keras, tidak melakukan perbuatan maksiat, tidak<br />
mudah tergoda oleh  makanan  dan  minuman.  Kehidupan  duniawi<br />
tidak  sampai  mempengaruhi mereka. Mereka tidak melanggar apa<br />
yang  dilarang,  mereka  menjalankan  apa  yang  diperintahkan<br />
Tuhan.  Alangkah  besarnya  pengaruh  yang  ditinggalkan  oleh<br />
pemandangan demikian itu,  yang  sebenarnya  telah  mengangkat<br />
martabat umat manusia ke tingkat yang paling tinggi!</p>
<p>Tidak  terlalu  sulit  orang  akan  menilai kiranya bila sudah<br />
mengetahui,  bahwa  beberapa  bulan  kemudian  Muhammad  telah<br />
kembali  lagi  dan  dapat  membebaskan  Mekah  dengan kekuatan<br />
sebanyak 10.000 orang Muslimin.</p>
<p>                             ***</p>
<p>Umm&#8217;l-Fadzl isteri Abbas b. Abd&#8217;l-Muttalib paman  Nabi,  telah<br />
mewakili     Maimunah    saudaranya    ketika    perkawinannya<br />
dilangsungkan.  Maimunah  ketika  itu  berusia  duapuluh  enam<br />
tahun,  dan dia adalah bibi Khalid bin&#8217;l-Walid dari pihak ibu.<br />
Umm&#8217;l-Fadzl meminta Abbas suaminya bertindak mewakilinya dalam<br />
mengawinkan  saudaranya  itu. Maimunah sendiri setelah melihat<br />
keadaan umat  Islam  dalam  &#8216;umrat&#8217;l-qadza&#8217;  hatinya  tertarik<br />
sekali  kepada  Islam.  Kemudian  datang  Abbas  yang meminang<br />
kemenakannya itu agar ia sudi mengawini Maimunah. Tawaran  ini<br />
diterima  oleh  Muhammad  dan  diberinya mas kawin sebesar 400<br />
dirham.</p>
<p>Waktu tiga  hari  yang  sudah  ditentukan  menurut  Perjanjian<br />
Hudaibiya  telah  berakhir.  Akan  tetapi dengan perkawinannya<br />
dengan Maimunah  itu  Muhammad  ingin  memperpanjang  waktunya<br />
supaya  didapat  jalan  lebih  baik  dalam  mengadakan  saling<br />
pengertian dengan pihak Quraisy.</p>
<p>Akan tetapi pada waktu itu juga dari pihak Quraisy  Suhail  b.<br />
&#8216;Amr  dan  Huwaitib  b.  &#8216;Abd&#8217;l  &#8216;Uzza  datang kepada Muhammad<br />
dengan mengatakan:</p>
<p>&#8220;Waktumu sudah habis; silakan keluar.&#8221;</p>
<p>&#8220;Apa salahnya kalau kamu membiarkan aku  selama  melangsungkan<br />
perkawinan  berada  di  tengah-tengah  kamu? Kami akan membuat<br />
jamuan dan  kalian  ikut  hadir,&#8221;  demikian  jawaban  Muhammad<br />
kepada    mereka,    dengan    kesadaran    betapa    dalamnya<br />
&#8216;umrat&#8217;l-qadza&#8217; itu meninggalkan  kesan  dalam  hati  penduduk<br />
Mekah, betapa benar hal itu mempesonakan mereka, membuat sikap<br />
permusuhan mereka jadi reda. Ia mengetahui, bahwa kalau mereka<br />
mau  memenuhi undangannya untuk perjamuan itu dan dapat saling<br />
mengadakan dialog, maka dengan mudah pintu Mekah akan  terbuka<br />
di  hadapannya.  Dan  ini pulalah yang dikuatirkan oleh Suhail<br />
dan Huwaitib, dan karena itu mereka berkata lagi:</p>
<p>&#8220;Kami tidak memerlukan jamuanmu. Keluar sajalah.&#8221;</p>
<p>Dengan  tidak  ragu-ragu   Muhammad   pun   mengalah   kepada<br />
permintaan   mereka   sesuai   dengan  perjanjian  yang  harus<br />
dilaksanakan. Kepada  segenap  Muslimin  diumumkan  siap-siap<br />
meninggalkan  tempat.  Sesudah  itu  ia  pun  berangkat dengan<br />
diikuti kaum Muslimin.  Ketika  itu  yang  tinggal  ialah  Abu<br />
Rafi&#8217;,  bekas budaknya yang kemudian menyusul membawa Maimunah<br />
ke Sarif2 dan perkawinan dilangsungkan di  sana  Dan  Maimunah<br />
sebagai  Umm&#8217;l-Mu&#8217;minin  adalah isteri Nabi yang terakhir yang<br />
masih hidup limapuluh tahun kemudian sesudah  Nabi  wafat.  Ia<br />
minta    dikuburkan   di   tempat   Rasulullah   melangsungkan<br />
perkawinannya.  Salma,  janda  pamannya  Hamzah  dan   saudara<br />
perempuan  Maimunah  serta  &#8216;Ammara (puteri Hamzah) yang masih<br />
perawan belum kawin, telah menjadi tanggungan Muhammad pula.</p>
<p>Kaum Muslimin sudah sampai kembali dan sudah menetap  lagi  di<br />
Medinah.   Dalam   pada   itu   Muhammad   pun   yakin  bahwa<br />
&#8216;umrat&#8217;l-qada&#8217; itu  telah  meninggalkan  pengaruh  yang  cukup<br />
besar  dalam  hati Quraisy dan seluruh penduduk Mekah. Juga ia<br />
yakin  bahwa  sebagai  akibat  semua  itu  akan  timbul   pula<br />
peristiwa-peristiwa penting yang berjalan cepat sekali.</p>
<p>Sejarah  telah  membenarkan  perkiraannya. Begitu ia berangkat<br />
kembali ke Medinah, Khalid  bin&#8217;l-Walid  &#8211;  Jenderal  Kavaleri<br />
kebanggaan  Quraisy dan pahlawan perang Uhud itu telah berdiri<br />
di tengah-tengah sidang masyarakatnya sendiri sambil berkata:</p>
<p>&#8220;Sekarang nyata sudah bagi setiap orang yang berpikiran sehat,<br />
bahwa Muhammad bukan tukang sihir, juga bukan seorang penyair.<br />
Apa yang dikatakannya adalah firman Tuhan  semesta  alam  ini.<br />
Setiap  orang  yang  punya  hati  nurani  berkewajiban menjadi<br />
pengikutnya.&#8221;</p>
<p>&#8216;Ikrima b. Abi Jahl merasa ngeri sekali mendengar kata-katanya<br />
itu.</p>
<p>&#8220;Khalid,&#8221;   kata  &#8216;Ikrima  kemudian,  &#8220;engkau  telah  bertukar<br />
agama.&#8221;3</p>
<p>Selanjutnya terjadi percakapan antara mereka sebagai berikut:</p>
<p>Khalid   Aku tidak bertukar agama, tetapi aku mengikuti  agama<br />
Islam.</p>
<p>&#8216;Ikrima    Tak  ada  orang  akan  berkata  begitu  di kalangan<br />
Quraisy selain engkau.</p>
<p>Khalid &#8211; Mengapa?</p>
<p>&#8216;Ikrima &#8211; Ya, sebab Muhammad sudah menjatuhkan derajat  ayahmu<br />
ketika  ia  dilukai.  Pamanmu dan sepupumu sudah dibunuhnya di<br />
Badr. Demi Allah, aku tidak akan masuk Islam  dan  tidak  akan<br />
mengeluarkan  kata-kata  seperti kau itu, Khalid. Engkau tidak<br />
melihat Quraisy yang sudah berusaha hendak membunuhnya?</p>
<p>Khalid &#8211; Itu hanya semangat  dan  fanatisma  jahiliah.  Tetapi<br />
sekarang, setelah kebenaran itu bagiku sudah jelas, demi Allah<br />
aku mengikut agama Islam.</p>
<p>Setelah itu Khalid lalu  mengutus  pasukan  berkudanya  kepada<br />
Nabi menyatakan dirinya masuk Islam dan mengakuinya.</p>
<p>Khalid  menganut  Islam  ini  beritanya  kemudian  sampai juga<br />
kepada Abu Sufyan. Khalid di panggil.</p>
<p>&#8220;Benarkah apa yang kudengar tentang engkau?&#8221; tanya Abu Sufyan.<br />
Setelah  dijawab  oleh  Khalid, bahwa memang benar, Abu Sufyan<br />
marah-marah seraya katanya:</p>
<p>&#8220;Demi Lata dan &#8216;Uzza. Kalau  aku  sudah  mengetahui  apa  yang<br />
kaukatakan   benar,  niscaya  engkaulah  yang  akan  kuhadapi,<br />
sebelum aku menghadapi Muhammad.&#8221;</p>
<p>&#8220;Dan memang itulah yang benar, apa pun yang akan terjadi.&#8221;</p>
<p>Terbawa oleh kemarahannya ketika  itu  juga  Abu  Sufyan  maju<br />
hendak  menyerangnya. Tetapi &#8216;Ikrima yang pada waktu itu turut<br />
hadir segera bertindak mengalanginya seraya berkata:</p>
<p>&#8220;Abu Sufyan, sabarlah. Seperti engkau, aku juga  kuatir  kelak<br />
akan  mengatakan sesuatu seperti kata-kata Khalid itu dan ikut<br />
ke  dalam  agamanya.  Kamu   akan   membunuh   Khalid   karena<br />
pandangannya  itu,  padahal  seluruh Quraisy sependapat dengan<br />
dia. Sungguh aku kuatir, jangan-jangan sebelum  bertemu  tahun<br />
depan seluruh penduduk Mekah sudah menjadi pengikutnya.&#8221;</p>
<p>Sekarang  Khalid sudah pergi meninggalkan Mekah ke Medinah. Ia<br />
menggabungkan diri ke dalam barisan Muslimin</p>
<p>Sesudah Khalid, ikut pula &#8216;Amr bin&#8217;l-&#8217;Ash dan &#8216;Uthman b. Talha<br />
penjaga  Ka&#8217;bah,  masuk  Islam. Dengan masuknya mereka kedalam<br />
agama Islam,  maka  banyak  pula  penduduk  Mekah  yang  turut<br />
menjadi  pengikut  agama  ini. Dengan demikian kedudukan Islam<br />
makin menjadi kuat, dan terbukanya pintu Mekah  buat  Muhammad<br />
sudah tidak diragukan lagi.</p>
<p>Catatan kaki:</p>
<p> 1 Umra berarti ziarah ke Mesjid Suci dengan<br />
   syarat-syarat tertentu. (N) dalam melakukan ibadah<br />
   &#8220;haji kecil&#8221; yang berbeda dengan ibadah haji yang<br />
   biasa, tidak mesti dilakukan dalam waktu khusus selama<br />
   dalam setahun. &#8216;Umrat&#8217;l-Qadziya, kata qadza dapat<br />
   diartikan pengganti yakni pengganti umrah yang tidak<br />
   jadi dilaksanakan karena dirintangi oleh pihak Quraisy<br />
   di Hudaibiya, atau dengan arti penunaian yaitu<br />
   menunaikan isi perjanjian Hudaibiya, bahwa Ibadah itu<br />
   dapat dilakukan pada tahun berikutnya setelah<br />
   berlakunya perjanjian. Lepas dari pengertian fikih<br />
   dalam terjemahan ini dipakai arti yang pertama. (A).</p>
<p> 2 Sarif sebuah tempat di dekat Mekah, yang didalam<br />
   memperkirakan jaraknya masih terdapat perbedaan<br />
   pendapat antara 6 dan 12 mil.</p>
<p> 3 Bertukar agama (apostasi), shaba&#8217;a, harfiah berarti<br />
   berputar ke, pindah dari, suatu agama kepada agama lain<br />
   (N). Maksudnya berbalik menganut agama Islam. Menurut<br />
   LA masih seakar dengan Sabianisma (lihat halaman 33),<br />
   suatu tuduhan yang populer di kalangan Quraisy (A).</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
S E J A R A H    H I D U P    M U H A M M A D</p>
<p>oleh MUHAMMAD HUSAIN HAEKAL<br />
diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah</p>
<p>Penerbit PUSTAKA JAYA<br />
Jln. Kramat II, No. 31 A, Jakarta Pusat<br />
Cetakan Kelima, 1980</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lailaizzah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lailaizzah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lailaizzah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lailaizzah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lailaizzah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lailaizzah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lailaizzah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lailaizzah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lailaizzah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lailaizzah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lailaizzah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lailaizzah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lailaizzah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lailaizzah.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lailaizzah.wordpress.com&amp;blog=5193873&amp;post=13&amp;subd=lailaizzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lailaizzah.wordpress.com/2008/12/13/sejarah-hidup-nabi-muhammad-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e35e772046ca374a0166f5e3e4e894c5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lailaizzah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sejarah masuknya agama islam ke indonesia</title>
		<link>http://lailaizzah.wordpress.com/2008/12/13/sejarah-masuknya-agama-islam-ke-indonesia/</link>
		<comments>http://lailaizzah.wordpress.com/2008/12/13/sejarah-masuknya-agama-islam-ke-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 07:46:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lailaizzah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lailaizzah.wordpress.com/2008/12/13/sejarah-masuknya-agama-islam-ke-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[SEJARAH ISLAM DI INDONESIA Pada tahun 30 Hijri atau 651 Masehi, hanya berselang sekitar 20 tahun dari wafatnya Rasulullah SAW, Khalifah Utsman ibn Affan RA mengirim delegasi ke Cina untuk memperkenalkan Daulah Islam yang belum lama berdiri. Dalam perjalanan yang memakan waktu empat tahun ini, para utusan Utsman ternyata sempat singgah di Kepulauan Nusantara. Beberapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lailaizzah.wordpress.com&amp;blog=5193873&amp;post=12&amp;subd=lailaizzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SEJARAH ISLAM DI INDONESIA</p>
<p>Pada tahun 30 Hijri atau 651 Masehi, hanya berselang sekitar 20 tahun dari wafatnya Rasulullah SAW, Khalifah Utsman ibn Affan RA mengirim delegasi ke Cina untuk memperkenalkan Daulah Islam yang belum lama berdiri. Dalam perjalanan yang memakan waktu empat tahun ini, para utusan Utsman ternyata sempat singgah di Kepulauan Nusantara. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 674 M, Dinasti Umayyah telah mendirikan pangkalan dagang di pantai barat Sumatera. Inilah perkenalan pertama penduduk Indonesia dengan Islam. Sejak itu para pelaut dan pedagang Muslim terus berdatangan, abad demi abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri nan hijau ini sambil berdakwah.</p>
<p>Lambat laun penduduk pribumi mulai memeluk Islam meskipun belum secara besar-besaran. Aceh, daerah paling barat dari Kepulauan Nusantara, adalah yang pertama sekali menerima agama Islam. Bahkan di Acehlah kerajaan Islam pertama di Indonesia berdiri, yakni Pasai. Berita dari Marcopolo menyebutkan bahwa pada saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H / 1292 M, telah banyak orang Arab yang menyebarkan Islam. Begitu pula berita dari Ibnu Battuthah, pengembara Muslim dari Maghribi., yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H / 1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafi&#8217;i. Adapun peninggalan tertua dari kaum Muslimin yang ditemukan di Indonesia terdapat di Gresik, Jawa Timur. Berupa komplek makam Islam, yang salah satu diantaranya adalah makam seorang Muslimah bernama Fathimah binti Maimun. Pada makamnya tertulis angka tahun 475 H / 1082 M, yaitu pada jaman Kerajaan Singasari. Diperkirakan makam-makam ini bukan dari penduduk asli, melainkan makam para pedagang Arab.</p>
<p>Sampai dengan abad ke-8 H / 14 M, belum ada pengislaman penduduk pribumi Nusantara secara besar-besaran. Baru pada abad ke-9 H / 14 M, penduduk pribumi memeluk Islam secara massal. Para pakar sejarah berpendapat bahwa masuk Islamnya penduduk Nusantara secara besar-besaran pada abad tersebut disebabkan saat itu kaum Muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang berarti. Yaitu ditandai dengan berdirinya beberapa kerajaan bercorak Islam seperti Kerajaan Aceh Darussalam, Malaka, Demak, Cirebon, serta Ternate. Para penguasa kerajaan-kerajaan ini berdarah campuran, keturunan raja-raja pribumi pra Islam dan para pendatang Arab. Pesatnya Islamisasi pada abad ke-14 dan 15 M antara lain juga disebabkan oleh surutnya kekuatan dan pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu / Budha di Nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya dan Sunda. Thomas Arnold dalam The Preaching of Islam mengatakan bahwa kedatangan Islam bukanlah sebagai penakluk seperti halnya bangsa Portugis dan Spanyol. Islam datang ke Asia Tenggara dengan jalan damai, tidak dengan pedang, tidak dengan merebut kekuasaan politik. Islam masuk ke Nusantara dengan cara yang benar-benar menunjukkannya sebagai rahmatan lil&#8217;alamin.</p>
<p>Dengan masuk Islamnya penduduk pribumi Nusantara dan terbentuknya pemerintahan-pemerintahan Islam di berbagai daerah kepulauan ini, perdagangan dengan kaum Muslimin dari pusat dunia Islam menjadi semakin erat. Orang Arab yang bermigrasi ke Nusantara juga semakin banyak. Yang terbesar diantaranya adalah berasal dari Hadramaut, Yaman. Dalam Tarikh Hadramaut, migrasi ini bahkan dikatakan sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Hadramaut. Namun setelah bangsa-bangsa Eropa Nasrani berdatangan dan dengan rakusnya menguasai daerah-demi daerah di Nusantara, hubungan dengan pusat dunia Islam seakan terputus. Terutama di abad ke 17 dan 18 Masehi. Penyebabnya, selain karena kaum Muslimin Nusantara disibukkan oleh perlawanan menentang penjajahan, juga karena berbagai peraturan yang diciptakan oleh kaum kolonialis. Setiap kali para penjajah &#8211; terutama Belanda &#8211; menundukkan kerajaan Islam di Nusantara, mereka pasti menyodorkan perjanjian yang isinya melarang kerajaan tersebut berhubungan dagang dengan dunia luar kecuali melalui mereka. Maka terputuslah hubungan ummat Islam Nusantara dengan ummat Islam dari bangsa-bangsa lain yang telah terjalin beratus-ratus tahun. Keinginan kaum kolonialis untuk menjauhkan ummat Islam Nusantara dengan akarnya, juga terlihat dari kebijakan mereka yang mempersulit pembauran antara orang Arab dengan pribumi.</p>
<p>Semenjak awal datangnya bangsa Eropa pada akhir abad ke-15 Masehi ke kepulauan subur makmur ini, memang sudah terlihat sifat rakus mereka untuk menguasai. Apalagi mereka mendapati kenyataan bahwa penduduk kepulauan ini telah memeluk Islam, agama seteru mereka, sehingga semangat Perang Salib pun selalu dibawa-bawa setiap kali mereka menundukkan suatu daerah. Dalam memerangi Islam mereka bekerja sama dengan kerajaan-kerajaan pribumi yang masih menganut Hindu / Budha. Satu contoh, untuk memutuskan jalur pelayaran kaum Muslimin, maka setelah menguasai Malaka pada tahun 1511, Portugis menjalin kerjasama dengan Kerajaan Sunda Pajajaran untuk membangun sebuah pangkalan di Sunda Kelapa. Namun maksud Portugis ini gagal total setelah pasukan gabungan Islam dari sepanjang pesisir utara Pulau Jawa bahu membahu menggempur mereka pada tahun 1527 M. Pertempuran besar yang bersejarah ini dipimpin oleh seorang putra Aceh berdarah Arab Gujarat, yaitu Fadhilah Khan Al-Pasai, yang lebih terkenal dengan gelarnya, Fathahillah. Sebelum menjadi orang penting di tiga kerajaan Islam Jawa, yakni Demak, Cirebon dan Banten, Fathahillah sempat berguru di Makkah. Bahkan ikut mempertahankan Makkah dari serbuan Turki Utsmani.</p>
<p>Kedatangan kaum kolonialis di satu sisi telah membangkitkan semangat jihad kaum muslimin Nusantara, namun di sisi lain membuat pendalaman akidah Islam tidak merata. Hanya kalangan pesantren (madrasah) saja yang mendalami keislaman, itupun biasanya terbatas pada mazhab Syafi&#8217;i. Sedangkan pada kaum Muslimin kebanyakan, terjadi percampuran akidah dengan tradisi pra Islam. Kalangan priyayi yang dekat dengan Belanda malah sudah terjangkiti gaya hidup Eropa. Kondisi seperti ini setidaknya masih terjadi hingga sekarang. Terlepas dari hal ini, ulama-ulama Nusantara adalah orang-orang yang gigih menentang penjajahan. Meskipun banyak diantara mereka yang berasal dari kalangan tarekat, namun justru kalangan tarekat inilah yang sering bangkit melawan penjajah. Dan meski pada akhirnya setiap perlawanan ini berhasil ditumpas dengan taktik licik, namun sejarah telah mencatat jutaan syuhada Nusantara yang gugur pada berbagai pertempuran melawan Belanda. Sejak perlawanan kerajaan-kerajaan Islam di abad 16 dan 17 seperti Malaka (Malaysia), Sulu (Filipina), Pasai, Banten, Sunda Kelapa, Makassar, Ternate, hingga perlawanan para ulama di abad 18 seperti Perang Cirebon (Bagus rangin), Perang Jawa (Diponegoro), Perang Padri (Imam Bonjol), dan Perang Aceh (Teuku Umar).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lailaizzah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lailaizzah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lailaizzah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lailaizzah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lailaizzah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lailaizzah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lailaizzah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lailaizzah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lailaizzah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lailaizzah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lailaizzah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lailaizzah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lailaizzah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lailaizzah.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lailaizzah.wordpress.com&amp;blog=5193873&amp;post=12&amp;subd=lailaizzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lailaizzah.wordpress.com/2008/12/13/sejarah-masuknya-agama-islam-ke-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e35e772046ca374a0166f5e3e4e894c5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lailaizzah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>upacara keagamaan</title>
		<link>http://lailaizzah.wordpress.com/2008/12/13/upacara-keagamaan/</link>
		<comments>http://lailaizzah.wordpress.com/2008/12/13/upacara-keagamaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 07:06:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lailaizzah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lailaizzah.wordpress.com/2008/12/13/upacara-keagamaan/</guid>
		<description><![CDATA[Topeng diperbuat daripada kayu lembut yang disapu dengan jelaga atau dicat putih dengan menggunakan kapur. Fungsi topeng ini ialah sebagai indai guru (Emak Guru). Ianya dipakai hanya pada masa-masa yang tertentu sahaja bagi menakut-nakutkan budak nakal. Kebanyakan upacara keagamaan yang dijalankan oleh orang-orang asli di Sarawak pada zaman dahulu selalunya menggunakan barang-barang seperti kayu yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lailaizzah.wordpress.com&amp;blog=5193873&amp;post=11&amp;subd=lailaizzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Topeng diperbuat daripada kayu lembut yang disapu dengan jelaga atau dicat putih dengan menggunakan kapur. Fungsi topeng ini ialah sebagai indai guru (Emak Guru). Ianya dipakai hanya pada masa-masa yang tertentu sahaja bagi menakut-nakutkan budak nakal.</p>
<p>Kebanyakan upacara keagamaan yang dijalankan oleh orang-orang asli di Sarawak pada zaman dahulu selalunya menggunakan barang-barang seperti kayu yang diukir mengikut kepercayaan.</p>
<p>Antara ukiran kayu yang terkenal adalah kayu yang diukir berbentuk imej dan topeng.</p>
<p>Terdapat dua jenis struktur yang dibina iaitu Keliring (tiang kubur) dan Salong (lubang kubur). Keliring dibuat daripada batang kayu yang besar dan keras yang diukir dari atas hingga kebawah. Terletak di tepi bahagian atas adalah ruang untuk mayat hamba abdi dan pengikut sementara di lubang atas adalah tempat menyimpan tempayan yang mengandungi tulang ketua. Lantai batu berat terletak di atas lubang tersebut.</p>
<p>Saiz diameter biasanya lebih daripada enam kaki dan boleh mencapai sehingga 32 kaki tinggi biasanya di miliki oleh golongan berada.</p>
<p>	Pondok Salong disokong sama ada oleh satu ataupun maksimumnya empat tiang yang tinggi. Pondok pengebumian selalunya dimiliki oleh golongan aristokrat di mana tulang mereka diletakkan di dalam tempayan dan diletakkan di ruang pondok yang dipenuhi hiasan berbentuk putaran dan motif.</p>
<p>Burong Kenyalang dianggap sebagai burung yang paling suci di antara burung-burung. Satu perayaan khas, Gawai Burong selalunya diadakan untuk menghargai Sengalang Burong, nenek moyang kaum Iban. Pada perayaan ini, imej burung kenyalang diukir dan dipamerkan serta diarak sepanjang rumah panjang. Ianya juga dihiasi dengan alat kemas dan dijamu dengan makanan sebelum diletakkan di atas tiang.</p>
<p>Secara tradisinya kaum Melanau mempunyai sistem upacara yang lengkap bagi menyembuhkan sebarang jenis penyakit yang di ketuai oleh bomoh atau dukun yang akan cuba menghalau roh jahat keluar dari tubuh mangsa. Semakin serius penyakit yang dihadapi maka semakin sulitlah upacara yang dijalankan. Bagaimanapun, jika semua ini menemui kegagalan maka semangat bayoh akan menjalankan upacara berayun dibantu dengan patung penyakitan yang diukir.</p>
<p>Patung penyakitan (Bewon) akan diukir dengan segera dari kayu lembut. Mereka mengambil bentuk semangat yang dipercayai menyebabkan penyakit tersebut. Dukun menggunakan patung untuk memindahkan semangat yang menyebabkan penyakit daripada tubuh mangsa, selepas itu patung tersebut ditenggelamkan dalam sungai atau disembunyikan dalam hutan.</p>
<p>Bagi orang Kenyah, topeng kayu tradisional biasanya digunakan dalam upacara menuai, yang diukir penuh dengan mata terkeluar.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lailaizzah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lailaizzah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lailaizzah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lailaizzah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lailaizzah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lailaizzah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lailaizzah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lailaizzah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lailaizzah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lailaizzah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lailaizzah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lailaizzah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lailaizzah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lailaizzah.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lailaizzah.wordpress.com&amp;blog=5193873&amp;post=11&amp;subd=lailaizzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lailaizzah.wordpress.com/2008/12/13/upacara-keagamaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e35e772046ca374a0166f5e3e4e894c5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lailaizzah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>keagamaan</title>
		<link>http://lailaizzah.wordpress.com/2008/12/13/keagamaan/</link>
		<comments>http://lailaizzah.wordpress.com/2008/12/13/keagamaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 07:03:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lailaizzah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lailaizzah.wordpress.com/2008/12/13/keagamaan/</guid>
		<description><![CDATA[Agama yang paling pesat berkembang dan memiliki penganut terbanyak di daerah Kutai adalah agama Islam. Penganut agama ini terutama adalah suku Kutai dan suku-suku pendatang seperti Banjar, Bugis dan Jawa. Orang-orang Dayak juga ada yang memeluk agama Islam namun jumlahnya tidak terlalu banyak. Agama Islam mulai dikenal di Kerajaan Kutai Kartanegara pada awal abad ke-16 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lailaizzah.wordpress.com&amp;blog=5193873&amp;post=10&amp;subd=lailaizzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Agama yang paling pesat berkembang dan memiliki penganut terbanyak di daerah Kutai adalah agama Islam. Penganut agama ini terutama adalah suku Kutai dan suku-suku pendatang seperti Banjar, Bugis dan Jawa. Orang-orang Dayak juga ada yang memeluk agama Islam namun jumlahnya tidak terlalu banyak.</p>
<p>Agama Islam mulai dikenal di Kerajaan Kutai Kartanegara pada awal abad ke-16 dan berkembang pada awal abad ke-17, yakni pada masa pemerintahan Sultan Aji Pangeran Sinum Panji Mendapa (sekitar tahun 1635). Hal ini terbukti dengan adanya Undang Undang Dasar Kerajaan yang disebut Panji Selaten dan Kitab Peraturan yang disebut Undang Undang Beraja Nanti yang jelas bersumber kepada hukum Islam. Sejak itulah agama Islam berkembang dengan sangat pesat hingga saat ini.</p>
<p>Agama Kristen menempati kedudukan nomor dua dalam hal banyaknya penganut dan intensifnya penyebaran agama. Mula-mula penyiaran agama ini dilakukan para penginjil dari Jerman dan Swiss. Badan yang mengirimkan perutusan Injil dari Jerman adalah Rheinische Mission Gessellschaft zu Barmen (1863-1925) setelah itu dilanjutkan oleh Evangelische Gessellschaft zu Basel dari Swiss. Kemudian banyak lagi badan-badan Kristen dan Katholik yang melakukan kegiatan-kegiatan penginjilan di wilayah Kutai. Para pengikut agama Kristen dan Katholik sebagian besar adalah dari suku Dayak.</p>
<p>Selain agama yang disebut diatas, sampai saat ini masih ada sebagian penduduk yang menganut kepercayaan asli setempat, mereka terutama adalah kelompok suku Dayak yang masih sedikit mendapat pengaruh dari luar. Kepercayaan asli berpusat pada penyembahan roh-roh lain (animisme) serta percaya pada kekuatan yang tersembunyi dibalik benda-benda alam (dinamisme). Penganut kepercayaan ini memiliki berbagai macam upacara baik yang berhubungan dengan siklus hidup dan kehidupan manusia (kelahiran, kematian, perkawinan, sakit, dsb) dan upacara yang berkaitan dengan siklus pertanian. Dalam menyelenggarakan upacara-upacara ini, masing-masing suku memiliki variasinya sendiri-sendiri.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lailaizzah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lailaizzah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lailaizzah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lailaizzah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lailaizzah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lailaizzah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lailaizzah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lailaizzah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lailaizzah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lailaizzah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lailaizzah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lailaizzah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lailaizzah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lailaizzah.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lailaizzah.wordpress.com&amp;blog=5193873&amp;post=10&amp;subd=lailaizzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lailaizzah.wordpress.com/2008/12/13/keagamaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e35e772046ca374a0166f5e3e4e894c5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lailaizzah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kehidupan</title>
		<link>http://lailaizzah.wordpress.com/2008/11/07/kehidupan/</link>
		<comments>http://lailaizzah.wordpress.com/2008/11/07/kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 06:17:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lailaizzah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lailaizzah.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Memaknai Jejak-Jejak Kehidupan Ditulis oleh Komaruddin Hidayat Jumat, 10 Oktober 2008 13:06 SETIAP malam menjelang tidur, saat bersiap merebahkan badan untuk istirahat malam, kadangkala saya berdialog dengan bantal sambil saya usap-usap. Rasanya sangat singkat waktu berlalu, semalam engkau menyangga dan membelai kepalaku mengantarkan tidur dan sekarang ketemu lagi denganmu. Serasa masih hangat bekas kepalaku melekat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lailaizzah.wordpress.com&amp;blog=5193873&amp;post=8&amp;subd=lailaizzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table class="contentpaneopen" border="0">
<tbody>
<tr>
<td class="contentheading" width="100%">Memaknai Jejak-Jejak Kehidupan</td>
<td class="buttonheading" width="100%" align="right"><a title="PDF" rel="nofollow" href="http://www.uinjkt.ac.id/index.php/category-table/304-memaknai-jejak-jejak-kehidupan.pdf"><img src="http://www.uinjkt.ac.id/templates/jsn_epic_pro/images/pdf_button.png" alt="PDF" /></a></td>
<td class="buttonheading" width="100%" align="right"><a title="Cetak" rel="nofollow" href="http://www.uinjkt.ac.id/index.php/category-table/304-memaknai-jejak-jejak-kehidupan.html?tmpl=component&amp;print=1&amp;page="><img src="http://www.uinjkt.ac.id/templates/jsn_epic_pro/images/printButton.png" alt="Cetak" /></a></td>
<td class="buttonheading" width="100%" align="right"><a title="E-mail" href="http://www.uinjkt.ac.id/index.php/component/mailto/?tmpl=component&amp;link=aHR0cDovL3d3dy51aW5qa3QuYWMuaWQvaW5kZXgucGhwL2NhdGVnb3J5LXRhYmxlLzMwNC1tZW1ha25haS1qZWphay1qZWphay1rZWhpZHVwYW4uaHRtbA%3D%3D"><img src="http://www.uinjkt.ac.id/templates/jsn_epic_pro/images/emailButton.png" alt="E-mail" /></a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table class="contentpaneopen" border="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" width="70%" valign="top"><span class="small"> Ditulis oleh Komaruddin Hidayat </span></td>
</tr>
<tr>
<td class="createdate" colspan="2" valign="top">Jumat, 10 Oktober 2008 13:06</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" valign="top"><span lang="SV">SETIAP malam menjelang tidur, saat bersiap merebahkan badan untuk istirahat malam, kadangkala saya berdialog dengan bantal sambil saya usap-usap.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Rasanya sangat singkat waktu berlalu, semalam engkau menyangga dan membelai kepalaku mengantarkan tidur dan sekarang ketemu lagi denganmu. Serasa masih hangat bekas kepalaku melekat pada sarungmu ini.Terima kasih, bantalku sayang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Ungkapan di atas mungkin terasa sentimentil, layaknya buku harian yang ditulis oleh anak belasan tahun. Tetapi itulah yang kadang terjadi pada diri saya. Setiap malam merenung sejenak, apa yang saya lakukan hari ini? Setiap hari kita semua menghabiskan jatah umur 24 jam,semuanya sama rata,adakah orang baik atau jahat, pintar atau bodoh, sakit atau sehat, presiden atau rakyat jelata semuanya sama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Dua puluh empat jam. Meski jatah umur sama, pikiran, ucapan, tindakan, dan akibat yang dihasilkan berbeda. Dalam bahasa Arab, kata umur seakar dengan kata makmur. Jadi, setiap hari mestinya seseorang membuat prestasi menciptakan devisa, nilai tambah atau kemakmuran, minimal buat dirinya sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Syukur-syukur untuk keluarga, masyarakat, negara, dan bangsa. Menarik untuk dilakukan penelitian, rata-rata setiap orang berbicara berapa ribu kata setiap harinya,lalu dari sekian ribu kata yang membentuk kalimat itu, berapa persen yang bermutu dan bermanfaat, dan berapa persen yang tidak bernilai, bahkan menimbulkan problem dan sakit hati bagi sesamanya? Dalam ajaran agama, tak ada kata yang hilang dari catatan malaikat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Dari kajian neuropsikologi,semua pikiran dan perkataan terekam dalam jaringan sel-sel syaraf neuron. Pikiran dan perkataan itu pada urutannya akan melahirkan sistem makna dan simbol yang antara lain diabadikan dalam buku,dongeng,dan tradisi lisan.Dari pikiran dan perasaan,muncullah tindakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Dengan demikian manusia tidak saja tinggal di dalam rumah dalam bentuk bangunan fisik, melainkan juga tumbuh dan berkembang dalam rumah budaya yang dibentuk dengan sistem simbol dan makna. Lebih dari itu, kita juga ikut membangun, memperbaiki, dan kadangkala merusak rumah budaya yang kita tempati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Bangunan makna dan simbol yang sangat kokoh dan sulit berubah adalah agama. Agama sebagai tempat tinggal dan tumbuh sifatnya abstrak, tetapi dampak eksistensi dan bayangannya sangat nyata. Sekian ribu peperangan dan tindakan kekerasan yang berdarah-darah seringkali digerakkan oleh dan muncul dari ranah agama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Sekali lagi, keyakinan agama itu abstrak, tetapi gerakan yang dimunculkan sangat nyata dan dahsyat sekali kekuatannya. Pertanyaannya, perjalanan kita dari jam ke jam, hari ke hari,minggu ke minggu,dan seterusnya dari tahun ke tahun, apakah dipandu oleh komitmen untuk meraih hidup bermakna dan berdaya guna ataukah sekadar beraktivitas layaknya hewan yang digerakkan oleh naluri untuk tumbuh dan makan serta mengejar kenikmatan fisik belaka?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Apakah kita sudah merasa nyaman tinggal dalam rumah institusi dan tradisi agama yang telah mapan ataukah yang lebih penting lagi hidup dengan nilai,spirit,dan intuisi agama untuk menjelajahi kehidupan nan luas ini? Rumah budaya dan institusi agama tentu sangat bermakna untuk dijaga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Namun tak kalah pentingnya adalah melakukan eksplorasi kehidupan untuk partisipasi membangun peradaban agar anak-cucu kita suatu saat akan menerima warisan tradisi dan budaya serta rumah Indonesia ini dalam keadaan yang bagus dan sejahtera baik material, psikologikal maupun spiritual.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Lebaran lalu saya dan istri berada di Selandia Baru.Meski hanya seminggu di sana,ada kesan dan cerita yang valid dari teman-teman di sana bahwa kehidupan di Selandia Baru sangat damai,nyaman, dan indah, baik lingkungan sosial maupun alamnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Orangtua merasa beruntung mendapatkan pendidikan yang bagus bagi anak-anaknya dengan ongkos sangat murah. Ketika berada jauh dari Indonesia, terbayang sosok dan suasana rumah Indonesia yang mengundang gemas dan kasihan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">”Rakyat Indonesia itu miskin di tengah alamnya yang kaya raya,” komentar teman dengan gemas. Belum lama ini seorang teman dari Jepang juga berkomentar sama. Mestinya negara-negara Asia itu meminta bantuan dari Indonesia, bukan sebaliknya, karena kekayaan alam maupun jumlah tenaga kerja yang melimpah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Demikianlah, baik sebagai individu maupun bangsa, setiap saat mestinya kita terpanggil untuk merenung dan memaknai apa yang kita rasakan, pikirkan dan lakukan setiap harinya. Begitu pun para politikus yang sekarang tengah bergairah, sibuk, dan bingung menyikapi perkembangan negara dan bangsanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Kualitas hidup macam apakah yang mereka kejar? Apakah sekadar mencari popularitas dan kedudukan meski dengan ongkos uang dan moral yang amat mahal? Kalau sudah tercapai, benarkah untuk memajukan bangsanya ataukah hanya sebuah pemenuhan ilusi semu untuk meraih self-glory?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Kadang terpikir, berapa miliar dan triliun dana dihabiskan untuk iklan promosi diri dan partainya? Apakah semua itu dikeluarkan dengan tulus untuk meramaikan demokrasi tanpa mengharapkan kembali ataukah sebuah investasi dengan bayangan keuntungan berlipat setelah meraih kemenangan politik?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Bukankah ada ungkapan, high risk-high profit? Bagaimana jadinya andaikan mereka yang telah mengeluarkan dana miliaran itu kalah dalam kompetisi politik? Begitu banyak peristiwa dan fenomena harian yang mendorong kita untuk merenung dan memaknainya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Terlebih di saat suasana sosial, ekonomi, dan politik dirasa membingungkan dan pengap, diperlukan kiat untuk bermeditasi, mengambil jeda dan jarak barang sejenak lalu menata ulang keharmonisan hati, pikiran, ucapan, dan perilaku agar kita semua tumbuh semakin manusiawi.Agar hari-hari kita semakin bermakna.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Agar setiap jejak langkah didorong oleh niat yang mulia dan menghasilkan tindakan yang produktif dan bermanfaat bagi sesama. Setiap detik kaki kita melangkah ke depan menapaki lorong waktu. Namun adakalanya emosi dan pikiran terjerat atau bahkan berbalik ke masa lalu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Kalau ini terjadi pada tataran bernegara, di saat bangsa dan negara lain tengah bermainmain dengan pesawat ulangalik ke angkasa, kita sedang hobi melakukan pemekaran jumlah partai politik dan kabupaten untuk tujuan dan target yang tidak jelas,tetapi dengan ongkos yang amat mahal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Demokrasi itu bagus, sebagaimana sejarah telah membuktikan.Tetapi ”puber demokrasi” dan ”puber politik” itu norak dan menghambat kemajuan bangsa kalau tidak segera diakhiri. Almarhum Adam Malik pernah bilang, Indonesia itu senang meniru dan mengimpor kebudayaan negara lain yang dipandang maju.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Tetapi sangat disayangkan, kata Adam Malik, yang ditiru dan diimpor adalah sampahnya. Dari negara komunis bukan disiplinnya, tetapi otoriternya. Dari negara Barat bukan tradisi taat pada hukum dan undang-undang, melainkan kebebasannya. </span>Jadi, bagaimana kita memaknai semua ini? (*)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tulisan ini pernah dimuat di <em>Seputar Indonesia</em> 10 Oktober 2008.</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span class="article_separator"> </span></p>
<div id="jsn-pfooter_grid2" class="jsn-column">
<div id="jsn-pfooter">
<div class="moduletable">
<table border="0">
<tbody>
<tr>
<td><a href="http://www.uinjkt.ac.id/"><img src="http://www.uinjkt.ac.id/images/stories/bahasa.png" border="0" alt="Bahasa Version" width="25" height="15" align="left" /></a></td>
<td><a href="http://en.uinjkt.ac.id/"><img src="http://www.uinjkt.ac.id/images/stories/english.png" border="0" alt="English Version" width="25" height="15" align="left" /></a></td>
<td><a href="http://ar.uinjkt.ac.id/"><img src="http://www.uinjkt.ac.id/images/stories/arabic.png" border="0" alt="Arabic Version" width="25" height="15" align="left" /></a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div class="moduletable"><a href="http://whylink.com/?aff=27336" target="newwindow">Sell text links on your site</a></div>
</div>
</div>
<p>Copyright©2008 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lailaizzah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lailaizzah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lailaizzah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lailaizzah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lailaizzah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lailaizzah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lailaizzah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lailaizzah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lailaizzah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lailaizzah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lailaizzah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lailaizzah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lailaizzah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lailaizzah.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lailaizzah.wordpress.com&amp;blog=5193873&amp;post=8&amp;subd=lailaizzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lailaizzah.wordpress.com/2008/11/07/kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e35e772046ca374a0166f5e3e4e894c5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lailaizzah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.uinjkt.ac.id/templates/jsn_epic_pro/images/pdf_button.png" medium="image">
			<media:title type="html">PDF</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.uinjkt.ac.id/templates/jsn_epic_pro/images/printButton.png" medium="image">
			<media:title type="html">Cetak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.uinjkt.ac.id/templates/jsn_epic_pro/images/emailButton.png" medium="image">
			<media:title type="html">E-mail</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.uinjkt.ac.id/images/stories/bahasa.png" medium="image">
			<media:title type="html">Bahasa Version</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.uinjkt.ac.id/images/stories/english.png" medium="image">
			<media:title type="html">English Version</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.uinjkt.ac.id/images/stories/arabic.png" medium="image">
			<media:title type="html">Arabic Version</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>profile</title>
		<link>http://lailaizzah.wordpress.com/2008/10/16/profile/</link>
		<comments>http://lailaizzah.wordpress.com/2008/10/16/profile/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 08:21:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lailaizzah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lailaizzah.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[nama : laila izzah rofika kelas : XII IPA 2 sekolah : MAN 2 KEDIR<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lailaizzah.wordpress.com&amp;blog=5193873&amp;post=3&amp;subd=lailaizzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>nama : laila izzah rofika</p>
<p>kelas : XII IPA 2</p>
<p>sekolah : MAN 2 KEDIR</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lailaizzah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lailaizzah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lailaizzah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lailaizzah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lailaizzah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lailaizzah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lailaizzah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lailaizzah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lailaizzah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lailaizzah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lailaizzah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lailaizzah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lailaizzah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lailaizzah.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lailaizzah.wordpress.com&amp;blog=5193873&amp;post=3&amp;subd=lailaizzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lailaizzah.wordpress.com/2008/10/16/profile/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e35e772046ca374a0166f5e3e4e894c5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lailaizzah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://lailaizzah.wordpress.com/2008/10/16/hello-world/</link>
		<comments>http://lailaizzah.wordpress.com/2008/10/16/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 08:12:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lailaizzah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lailaizzah.wordpress.com&amp;blog=5193873&amp;post=1&amp;subd=lailaizzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lailaizzah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lailaizzah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lailaizzah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lailaizzah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lailaizzah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lailaizzah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lailaizzah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lailaizzah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lailaizzah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lailaizzah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lailaizzah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lailaizzah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lailaizzah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lailaizzah.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lailaizzah.wordpress.com&amp;blog=5193873&amp;post=1&amp;subd=lailaizzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lailaizzah.wordpress.com/2008/10/16/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e35e772046ca374a0166f5e3e4e894c5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lailaizzah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
